It is currently Tue Dec 12, 2017 7:53 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 71 posts ]  Go to page 1, 2, 3, 4, 5  Next
Author Message
 Post subject: Digital Diving - what is that ?
PostPosted: Sat Sep 04, 2010 10:57 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Gang,

Saya mau tanya, kawan2 kalo diving isi logbook atau pendataan lokasi di mana dan apapun data yang penting untuk bisa balik lagi ke dive spot tersebut, atau bisa melihat geografi dive spot tersebut dimana terhadap peta, bagaimana cara nya ?

Khususnya bagi yang sering explore tempat baru atau yang hobby tandai tempat baru , gimana cara anda ?

Kalo orang tanya kita diving dimana, kita jawab let say di Bali. Bali dimana ? Kita jawab di Penida, let say deh. Lalu Penida bagian mana tepatnya sebab ini tempat ternyata belum umum....gimana pendataan ini ?

Blup blup blup...
SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 5:33 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
kalo saya sih, untuk recreational, lebih mempercayakan ke boatmen, jadi kalo kembali ke tempat yang udah pernah, tinggal bilang sama boatmen (kapten), 'Kept, anterin ke tempat kemaren dong, yang itu tuh.. bla.. bla.. bla..'

Nah tapi kalo untuk diving yang sifatnya pekerjaan, seperti survey, monitoring, pemetaan, terutama salvage, GPS jadi salah satu peralatan wajib..

Kalo yang sifatnya monitoring, malah titik turun harus dikalibrasi lagi.. jadi sebelum turun, nentuin point, diver turun ke bawah, (4-5m) ngasih patokan dibawah, biasanya berupa pelampung kecil, segede roti bagelen, yang warnanya cerah. diiket ke celah karang, diposisikan akan hanya terlihat kalo dicari, (nyumput)
kemudian diver muncul ke permukaan untuk menentukan point awal relatif, makin besar arus saat itu, relatif makin jauh jarak antara titik sebelom dan sesudah turun.
trus diskusi deh tracknya mo kearah mana (utara/barat/selatan/timur) sejauh sekian meter.
baru kemudian diver turun membawa perlengkapan untuk bikin track.
dan pada saat muncul di akhir track, GPS bikin point lagi untuk menandakan point akhir..
Jadi pada saat kembali kesana, kita udah punya data acuan daerah monitoringnya.
Catatan tambahan oleh diver tentang fisiologi, morfologi, landmark dibawah akan membantu..

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 9:30 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Menarik Mas Ando, trims.

Saya mau kasih tips buat kawan-kawan lain yang ingin punya data posisi dive entry dan dive exit jika lokasi adalah lokasi baru. Alat GPS harga nya sudah drop terus sekarang.

Akurasi GPS tipikal tanpa signal koreksi satelit swasta ( bayar ) seperti yang dipakai oleh surveyor, bisa dengan aman di sebut 25 meter ( udah parah ) untuk wilayah Indonesia yang tidak ada koreksi gratis GPS-WAAS. 25 meter adalah data dari GPS yang kita taro di suatu tempat tanpa bergerak dan di monitor selama 1 jam, lompat lompat nya titik posisi bisa ampe 25 meter radius. Ini juga terbukti kalo pas cari rumpon ukuran 3 x 8 meter yang sama selama 10 kali dalam 2 tahun ini dan cari sebuah sea mount yang kebetulan ada puncak terdangkal yang cuma 6 x 6 meter, pastinya ini di bantu pakai fish finder/depth sounder untuk cari objeknya. Lompat nya posisi bisa di lihat saat track di overlay di peta atau track editor atau di Google Earth.

25 meter error titik lokasi ( worst case ) masih mantap deh.
Holux MC1000C adalah GPS data logger kecil seperti kotak korek api kayu.
Tak ada layar display nya, tapi tak perlu tuh layar sebab ini untuk logging doank.
Harga sudah turun ampe Rp650K dari Rp950+K

Karena saya saat menyelam di lokasi baru atau jika bukan di Pulau 1000, saya pasti bawa radio VHF dalam housing senter dan itu Holux GPS bisa di muat di dalam nya, ini bisa di buat sebagai alat pemberi tanda dive entry dan dive exit berbasis GPS. Tidak perlu repot bawa GPS biasa dan di berikan tanda atau di save titik lokasi nya saat dive entry dan apalagi saat kita surface.

Kalo Mas Ando belum coba ini, boleh di coba. Ini jauh lebih mudah, apalagi jika dive areanya flat ato summerged atoll yang tidak ada refensi visual pulau atau batu besar atau pohon besar. Ini sebagai data sekunder, bukan primer.

Anyway, data logging seperti ini mungkin tidak menarik bagi umum, tetapi bagi sebagian yang suka atau perlu ketahui tadi dive dimana, silahkan lanjutin baca.

Holux MC1000C
http://www.holux.com/JCore/en/products/ ... sp?pno=351

Bagi yang hobby tracking di darat, ini juga fun banget. Bagi yang suka geo tagging photo via bluetooth, ini GPS ada bluetooth dan bisa di pakai sebagai sumber GPS wireless bagi kamera yang tak ada GPS nya tapi bisa terima bluetooth. Bagi yang paham cara simpan data cache Google Earth, GPS ini bisa jadikan laptop anda sebagai GPS chartplotter.

Bagaimana cara pakai GPS data logger ini ?
Basically alat ini bisa di program untuk simpan track log perjalanan anda dalam resolusi sampai per 1 detik sebanyak 100,000 titik. Track log adalah posisi anda dalam kordinat GPS sesuai jam dan tanggal dan dalam presentasi visual akan ada titik-titik yang di sambung jadi garis , sesuai perjalanan anda. Jadi kita bisa review, kita di mana jam berapa dan tanggal berapa kordinat nya berapa dan ketinggian berapa ( data ketinggian kurang akurat lah ).

Bagus nya adalah, melalui software, bisa di set bahwa jika satelit putus selama sekian detik atau menit akan tercipta track log baru. Di sini lah keuntungan fasilitas pembuatan track baru yang otomatis, yang GPS umum kayak Garmin biasanya tidak miliki.

Dengan batere tahan 20 jam, nyaris aktivitas 1 hari penuh bisa direkam.
Saat di aktifkan alat ini, track logging akan mulai. Saat anda masuk ke air, ingat kudu ada housing tahan air untuk lindungi GPS, signal GPS akan putus. Saat anda surface, signal dapat kembali. Nanti di track editor tinggal di lihat, saat signal putus atau track selesai, itu lah titik dive entry. Saat track baru di mulai, itulah titik exit.

Contoh penyelaman explorasi saya di Pulau Tifore, antara Manado/Lembeh dengan Halmahera.

Photo ini adalah track pelayaran kapal dari Bitung/Lembeh ( dekat Manado ) ke Pulau Tifore dan Gureda. Sorry batasan photo di froum ini yang 800 lebar x 600 tinggi agak repot tampilkan gambar resolusi lumayan.

BERSAMBUNG.............


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Last edited by Surya Prihadi on Sun Sep 05, 2010 10:47 am, edited 1 time in total.

Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 9:36 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Karena GPS Holux tidak pernah saya matikan, maka track log kayak IndoMie, sorry.
Ini close up nya Pulau Tifore , di peta Google Map nama nya Gureda doank , padahal top nya Tifore nya.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 9:42 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Seperti saya bilang bahwa GPS Holux bisa di set untuk buat track log baru setelah sekian menit signal GPS putus, maka saya set 2 menit putus track akan di buat baru.
So, gambar di bawah adalah waktu saya dive IN/ENTRY pertama Dive 1. July 19. 2009. Jam 8:06:55 pagi dan ini jam GPS saya set GMT+7, kalo Tifore udah kena jam GMT +8 kayak Manado, kalo +10 GMT kayak Halmahera mungkin belum.

Saya pertahanan waktu sebagai Waktu Indonesia Barat ato GMT +7 supaya mudah di korelasi dengan dive comp yang juga GMT +7.

BERSAMBUNG.............


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 9:48 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Saat saya nongol, GPS ini langsung dapat signal. Ini bagus nya Holux M100C, sensitivitas nya bagus sekali, walaupun kadang kala di lokasi buruk signal, pantulan pun terbaca dan buat posisi aktual lompat2. Tapi untuk keperluan diving sudah lebih dari cukup lah.

Jika GPS kena tutup air, 20 cm ajah udah putus signal nya.
Karena di rumahkan di senter D8 Underwater Kinetic dengan radio Icom M72 saya, itu senter selalu ngambang dan face the sky, jadi signal GPS cepat dapat nya, apalagi udah warm start.

Lihat data GPS, Elapsed Time nya enol semua. Ini start of track.
Jika yang doyan drift dive, track nya bisa di baca per 1 titik dan kecepatan anda drift di permukaan sebelum di jemput kapal akan kebaca.

BERSAMBUNG...........


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 9:50 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Ini data dive ke dua, Dive IN/Entry dan OUT/Exit


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 9:51 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Akan dapat Software buatan Holux saat beli Holux dan lumayan banyak cara baca data.

Ini saat Dive 2 OUT/EXIT


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 9:57 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Lalu kita export track nya ke Google Earth biar bisa tengok dengan lebih mudah, dimana ini submerged reef terhadap pulau Tifore. Sayang daerah ini datanya di Google Earth kagak ada yang resolusi bagus. Tapi at least bentuk pulau kagak bisa bohong deh.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 10:00 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Ukur punya ukur, penyelaman pertama jarak survey nya point to point 222 meter. Ini submerged reef sisi barat emang lebih sloping kayak Pulau 1000, bukan flat terrain kayak Karang Copong Ujung Kulon.

Semua gambar/peta orientasi adalah North Up


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 10:08 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Ini kira kira kayak gini lah bentuk submerged reef nya.
Lingkaran merah adalah bentuk secara keseluruhan. Lingkaran biru adalah titik terdangkal yang sekitar 5 meter , maka nya di Google Earth bisa nampak. Google Earth pada air bening dan satellite photo resolusi terbaiknya bisa nampak karang yang sekitar 10 meter dalam nya.

Sisi Selatan reef ini di dekat lingkaran biru bawah, itu mulai kayak wall, bukan slope.

Jika di lihat kenapa Dive 2 saya jarak survey nya pendek banget, ini karena sisi Utara reef ini cukup jauh wilayah flat nya, maka nya Dive Entry dan Exit kayaknya dekat tapi main-main di bawahnya cukup jauh ke arah utara.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Last edited by Surya Prihadi on Sun Sep 05, 2010 10:49 am, edited 2 times in total.

Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 10:09 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Ini bentuk pulau nya sesuai data imaging terbatas Google Earth


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 10:12 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Ini pulau Tifore dan Gureda dari peta electronic CMAP, biasanya kalo GPS merek Furuno pake ini peta.

Yang ceplok putih itu lah tanda karangnya. Yang tanda "+" di peta adalah submerged reef legend nya.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 10:14 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Ini peta versi Garmin dan jika Dive 1 saya export, jadi nya kayak gini.
Kalo di tanya kenapa kok kagak tepat banget posisi karang aktual ama peta ?
Ntar lihat posting berikut, saya akan jelaskan.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 05, 2010 10:24 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Buat peta laut itu mahal. Peta kita banyak peninggalan Belanda yang di update pelan-pelan, subject to budget.

Karena prioritas negara adalah peta alur pelayaran dan pelabuhan, maka daerah yang kagak ada penting nya bagi navigasi kapal gede, kagak akan dapat prioritas.

Jika kita berlayar 100% andalkan peta di daerah non pelabuhan komersial yang populer, jamin akan naik karang. Enggak usah jauh-jauh, Pulau 1000 di utara Jakarta ajah peta nya ancur abis akurasi nya.

Juga peta ada skala nya, makin gede sekala nya makin kagak akurat. Peta wilayah Tifore ini adalah skala 1: 745,000. Artinya saat di cetak di ukuran umum peta ini, kalo enggak salah 1.2 meter x 1.2 meter deh, per 1 millimeter akan mewakilkan wilayah 745,000 kali lebih besar. Jika 1 titik pencil ato 1mm = 745,000 millimeter, jadi lah 745 meter. Maka kalo error yah wajar ajah. Gampangnya adalah, satu titik yang kita kira adalah X, akan bisa salah sebenarnya ke barat/timur/utara/selatan sejauh minimal 372 meter. Kalo saya cek titik selam konon sebuah batu di Manado SangiTaLaut, pada skala peta 1 : 500,000 , error nyata nya 350 an meter euyyy.

Jangan horny ama peta digital yang bisa di zoom kayaknya handal banget. Semua peta digital hanya sebagus data asli nya dan data aslinya kalo skala 745,000 yah susah mau akurat. Kalo peta pelabuhan 1 : 12,500 enak pake nya , cuma ajah wilayah yang gede kalo pake skala kayak gini bisa bangkrut yang buat peta nya...he he he.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Last edited by Surya Prihadi on Sun Sep 05, 2010 12:17 pm, edited 4 times in total.

Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 71 posts ]  Go to page 1, 2, 3, 4, 5  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: