It is currently Mon Oct 23, 2017 11:44 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 42 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next
Author Message
 Post subject: Diver keracunan udara possible ? YES....
PostPosted: Thu Aug 12, 2010 11:34 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Hello All,

Long time kagak mampir, jadi kangen nih.

Learning...learning and more learning = a better/safer diver


Saya suka sekali dengan urusan kompressor selam, sebab ini BBM ( Bahan Bakar Menyelam ) kita untuk diving. :lol:

Tahun lalu, saya ketemu satu kawan, seorang diver yang dokter di Kanada melalui sebuah technical forum. Dia menulis sebuah artikel yang sangat bagus dan saya PM dia dan banyak bertanya. Maka kita jadi semacam cyber friend gitu deh.
Saya bisa dapat jawaban dari dia hal-hal mengenai processing udara di kompressor yang distributor kompressor pun tidak bisa jawab, mungkin pedagang ilmunya ilmu dagang, bukan kayak si diver dokter ini yang memang punya pendidikan dan passion yang cocok untuk pelajari in-depth mengenai apa sih yang terjadi saat sebuah kompressor "membersihkan" udara untuk tabung selam kita.

Lama kelamaan sering tukar informasi, ternyata kawan saya ini adalah salah satu anggota di Canadian Standard Association :
http://ohs.csa.ca/standards/emergency/A ... 0-1-00.asp
Pantesan ilmunya tinggi banget dan dia salah satu senior di dive club dia yang punya compressor segede haram jadah dengan sistim monitoring air-quality yang canggih.

CSA mirip dengan CGA di Amerika yang atur urusan compressed air dan breathing air. Jika anda pernah dengar breathing air standard "E", itu yang keluarkan adalah CGA alias Compressed Gas Assc.

Saya mulai getol ingin belajar lebih dalam mengenai processing udara karena kecelakaan di Maldives tahun 2008 :
http://www.cdnn.info/news/safety/s080605a.html
http://www.stuff.co.nz/national/477073

Issue Maldives ini begitu banyak di bahas di Scubaboard, sampai-sampai si boss dive operator di Maldives gugat Scubaboard. Wele2, maling kok gugat orang yang panggil dia maling...Amerika..Amerika, The land of I-Sue-You-You-sue-Me...gelo :roll:

http://divertodiver.scubadiving.com/tm.aspx?m=181921

Only in America, bandit kabur dari penjara manjat tembok. Jatuh lalu patah kaki, ehh prison nya di sue sebab bandit merasa kalo penjagaan bagus dia tak akan sempat lari dan jatuh...wak kik kik kik.

Lalu belum lama hampir lagi kejadian hampir fatal, untung diver yang pingsan ada buddy yang tidak keracunan udaranya dan bisa membantu :

http://www.scubaboard.com/forums/near-m ... zumel.html


Anyway untuk tambah wawasan kawan-kawan, here goes :

Jika kita diving pakai kapal dan pakai jasa dive operator, ini artinya ada 3 element of safety yang di kombinasikan menjadi sebuah Safety Triangle. Jika fire fighter jelaskan Fire Triangle bahwa harus ada Oksigen + Bahan Bakar + Panas = API alias kebakaran dan tanpa salah satu nya tidak akan ada kebakaran, kita yang diving mau nya kerjasama antara ke tiga element kita membuat diving se aman-aman mungkin :

Element 1 adalah diver nya sendiri
Element 2 adalah alam
Element 3 adalah jasa ( dive operator, air-fill dan lain2 )

Kalo diver bandel turun ke 100 meter dengan single tank dan pakai EAN 32%, ini namanya element diver nya yang bandel.

Jika tiba-tiba ada Tsunami dan lokasi diving anda kena sapu ombak 30 meter lalu pada babak belur ke jedot batu, ini element alam yang tidak bisa kita prediksi. Ini kan extreeeeeem case dengan probability entah sekian juta banding berapa. Yang sering sih diver bandel, badai pun tetapi diving, arus kayak setan pun tetap diving...nah itu element diver nya lagi deh.

Element ke tiga dari penjual jasa.

Element ketiga masih bisa kita perkecil resikonya.
Saya hanya mau bagi ilmu sekitar kualitas udara dan kompressor, tidak mau molor ke kapal dan hal lain.

Pertanyaan mendasar adalah, apakah anda selalu periksa bahwa alat selam semua sehat dan terawat sebelum dive trip ? Apakah equipment check/pre-dive check di lakukan sebelum dive ? Apakah emergency plan sudah siap dan semua yang lain dan bla bla bla. Kenapa semua ini harus di lakukan ? Gampang kan jawaban nya: semua mau aman....titik.

Sekarang saya jelaskan, bagaimana cara mencegah supaya kita tidak dapat udara terkonteminasi atau yang kadar 02 nya tidak akurat.

Ada dua cara disini, pertama pakai mulut dan mata
Kedua pakai mulut+mata+alat

Jika dive operator punya fasilitas nitrox, pastinya ada Oxygen Meter atau 02 Analyzer.

Tinggal anda pilih, mau percaya 100% kepada alat yang ada di dive operator atau mau kritis bertanya pakai mata dan mulut.

Jika ingin kritis, anda bisa minta tabung anda di ukur ulang di depan anda.
Pertama pada udara ambient alat tersebut harus membaca 20.9 % oksigen dan pada saat di test ke tabung Nitrox, angka nya harus sesuai dengan campuran Nitrox tersebut. Kalo mau jadi super ribet, ambil tas plastik dan masukan itu Analyzer lalu kempeskan udara di dalam tas plastik dan jeksi pakai oxgen kit 100%, lihat meteran baca berapa, minimal 95+% oksigen harus terbaca...ha ha ha.

Cara yang lebih elegant adalah, beli sendiri Oxgen Analyzer ( dibawah US$350 ).
Apa harus sampai seperti ini ? Terserah level cautious nya tuh diver.

Apakah bisa tabung biasa (21% 02 ) kebabalasan ke isi let say Nitrox 32% ?
Tergantung dari mixing circuit di dive operator nya. Jika dive operator cuma punya satu compressor dan mengandalkan metoda di mana perlu suatu tindakan ( contoh buka katup ) untuk pilih antara Nitrox dengan udara 21%, bisa saja operator lagi hang dan salah buka katup. Jika ada 2 kompressor terpisah masih lebih aman, kecuali operator bener-bener hang dan isi tabung biasa pake Nitrox. Kalo di pom bensin, Kijang Innova sudah berapa kali ada yang salah isi, yang bensin di masukin solar dan yang solar di masukin bensin. Saking halusnya common rail diesel di Innova, ampe operator pom bensin yang sedang "hang" bisa kecolongan.

Semua alat ukur hanya bagus jika di KALIBRASI berkala. Nah tanya sama dive operator itu sensor nya sudah berapa lama dan kapan di kalibrasi atau di ganti, ini buat anda masuk dalam category very annoying diver tapi a careful one....:lol:
Umur sensor oksigen antara 18-36 bulan.

Bahan Bacaan :
http://www.nitroxdiver.com/Library/analyze.html


Yang rumit untuk di deteksi adalah CO alias Carbon Monoxide ( bukan Dioxide yah ).
Ini yang makan nyawa di Maldives dan beberapa commerical diver lain berapa tahun belakang ini. Ini saya sebut Love-Gas, yang buat lovers mati kejang saat pacaran di Ancol dengan mobil mesin nya hidup dan arah angin tidak "mendukung" atau di tambah kenalpot ada yang bocor.

Jika rumah anda pakai gas-heater dan jika heater ini di dalam kamar mandi yang sumpek tanpa pergerakan udara yang memadai, sebaiknya di pindahkan. Kawan saya punya adik dan istrinya sudah jadi korban ( almarhum ). Contoh klasik problem rumah ruko yang kamar mandi tidak dapat akses jendela ke outdoor karena ada di tengah gedung. Di negara dingin alarm CO dan Flammable-gas adalah safety equipment yang paling banyak di beli orang. Kenapa ? Dimana negara ada 4 musim dan ada fireplace di rumahnya, potensi keracunan CO pasti ada dan CO adalah byproduct dari semua pembakaran fossil fuel. Kayu atau kertas terbakar juga hasilkan CO. Nafas kita saja ada CO nya, maka nya kapal selam militer selain pakai Sofnolime ( C02 scrubber ) juga pakai CO remover/catalyst.

Yang main rebreather pasti tau apa itu CO2 scrubber.

Bahan Bacaan CO Poisoning yang mudah di cerna :
http://www.merck.com/mmhe/sec24/ch295/ch295f.html

Kepala pusing saja bisa dari CO ? Yep, ini yang buat saya mau belajar lebih sebab saya selalu pikir ini adalah gejala carbon DIOXIDE built-up.

Tanpa CO Analyzer bagaimana diver bisa mengurangi resiko keracunan CO ?
Sekali lagi ilmu mulut dan mata kita keluarkan.
Sebenarnya di buku manual Bauer Compressor ada guideline yang jelas.

Akan bersambung...............

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 12, 2010 11:49 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
halo mbah surya.. artikel bagus seperti biasanya hehehe.. temen-temen, ini WAJIB dibaca..

salam,
bayu


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 13, 2010 12:57 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Waduh Boss Bayu nakal bergadang yah.... :lol:

Sambung lagi nih :



Di buku User Manual Bauer sudah dari dulu di tulis bahwa :
Jika kompressor adalah tipe yang di gerakan oleh mesin bensin ( saya tambahkan : Diesel dan Bensin ), maka filter cartridge haruslah tipe yang ada CO Remover.
Lihat attachment.

Bauer sebagai salah satu world leader dalam breathing-air sadar bahwa semua mesin penggerak yang pakai BBM baik diesel atau bensin, akan menghasilkan CO. Kalau yang pakai motor listrik, tidak ada CO diproduksi oleh motor listrik. Maka Bauer ada menjual 2 macam filter cartridge. Satu yang ada Hopcalite si CO remover jika kompressor pakai penggerak yang pakai BBM. Sebenarnya bukan remover tetapi catalyst alias converter. CO di convert jadi C02. Prinsip kerja nya mirip dengan catalytic converter di mobil modern yang sudah lumayan "bersih". Cuma saja tidak ada mesin kecil kayak Honda di compresor yang clean burn. Itu Honda kecil joroknya sama ama motor. Mesin diesel memang lebih sedikit menghasilkan CO tetapi tetap ada.

Ini adalah standard udara yang berlaku :
http://www.airchecklab.com/assets/docs/08AirSpecs.pdf

Tabel filter cartridge dari Bauer, lihat attachment. Yang di tick warna merah adalah filter cartridge yang ada CO remover/converter

Jika Filter P21 = 59183 Jika Filter P31 = 80114 Jika Filter P41 = 67224 ( tick merah di chart )

Legend : Apa artinya AC/MS/MS/HP ( tick hijau di chart filter ) ?
AC adalah Activated Carbon, ini yang tangkap racun dan tangkap uap oli compressor
MS adalah Molecular Sieve, biasanya ukuran 13X untuk breathing air, ini yang tangkap uap air dari udara
HP adalah Hopcalite, ini yang convert CO menjadi CO2
Semua ini disebut media jika kita bahas filter cartridge.

AC/MS/MS/HP adalah arah flow udara, mulai dari AC ke MS ke MS ke HP
Hopcalite selalu pada posisi terakhir sebab hanya bisa berkerja jika kekeringan nya udara adalah sekitar 4% relative humidity. Ini panjang jika di jelaskan, jadi saya keep this short and sweet tapi mudah di cerna.

Apakah dengan Hopcalite pasti CO akan lenyap......?.......dalam batasan tertentu YES.
100% no way. Sebuah catalyst perlu "X" air-flow, "Y" humidty, "Z" contamination limit dan beberapa kondisi lain untuk bisa berfungsi baik. Saya bukan ahli kimia dan informasi mengenai Hopcalite susah sekali di cari. Trainer Bauer di Thailand saja berasumsi bahwa 30PPM CO adalah limit dan dari materi cuplikan test labotarium ( Journal of Nuclear Medicine edisi 1966 ) yang saya dapat, konon lebih efficient lagi Hopcalite itu.

Kita tidak bisa berfikir media filter di compressor sebagai filter fisik. Jika filter fisik berdiameter 2mm per lubang, maka benda yang 2.5 mm tak akan lolos. Kita bicara pada level molecular sebab ukuran gas ini kecil kaleeeeee. CO kan gas. Jadi cara kerja media filter nya sangat rumit dan saya juga tidak mau bahas detail, nanti 10 halaman pun tidak cukup...lalu salah jelasin lageee...he he he malu-malu in ajah.

Jadi the moral of the story adalah, lihatlah instalasi kompressor dive operator. Lihat snorkel intake nya tuh kompressor di letakan dimana, kenalpot Honda nya ke arah mana. Lalu kalo angin berubah apa tindakan air fill operator ? Jaman 1995an saya sering jadi "tukang kompressor" di Ujung Kulon , bergotong royong ama kawan-kawan. Selalu posisi compressor kita yang pake penggerak Honda perlu di setel sesuai arah angin. Giliran angin berubah, kita kesel, giliran tidak ada sama sekali angin...kita malah panik sebab akumulasi gas buang kagak pasti nongkrongnya dimana.

Tergantung lokasi, kompressor di daerah tertentu masih banyak menggandalkan pengerak Honda sebab listrik PLN tidak memadai.

PPM = Part Per Million 1/1,000,000
Maka jika anda melihat batasan PPM maksimal C0 adalah 2 PPM bagi ANDI, memang semua agency paling takut sama CO.

Udara bebas di pinggir jalanan di Jakarta yang sibuk, bisa 20-30 PPM CO nya.
Standard udara emisi gas buang mobil yang di anggap bersih kalo enggak salah di bawah 1% deh.
Tahu kah 1% itu adalah 10,000 PPM !!! Jadi bisa di bayangkan kenapa gara-gara selang snorkel tuh compresor di Maldives bocor dan gas buang penggerak kompresor kesedot dan ke isi ke tabung selam tamu apa yang terjadi ? Lalu ingat hukum partial pressure pada setiap kedalaman per 10 meter tambahan, you become a better sucker...ha ha ha.

Mau tau asap rokok berapa PPM CO nya ? Anda akan kaget deh.
Jadi air fill operator tidak boleh merokok dekat snorkel kompressor.
Mobil tidak boleh parkir dekat snorkel kompressor dan mesin hidup.

PRECAUTION LAIN
Kompressor tidak boleh satu ruangan dengan penyimpanan oxidizer seperti klorin kolam renang, thinner, cat, bensin dan apapun yang you and I tidak bisa sedot tanpa kelenger.
Kompressor tidak boleh dekat pom bensin, radius dekat maksudnya.
Jika ruangan kompressor baru di cat, tunggu sampai tidak ada bau dari cat dulu
Kompressor tidak boleh terlalu dekat marina yang sibuk di mana mesin tempel 2 tak asepnya kemana-mana dan sering menyerbu dive shop kayak fogging deman berdarah

Kalo naik Live On Board dan compressor di dalam ruangan tertutup, pastikan semua snorkel compressor tidak ada selang yang bocor dan ventilasi ruangan compressor memadai...ini gampang2 susah cek nya.
Paling aman pakai CO Analyzer sih.

Bagi saya, jika kapal Live On Board, walaupun kompressor mereka pakai motor listrik, karena kapal ada genset dan mesin induk, resiko gas buang kesedot kompressor sangat real sebab kapal LOB pada pelan cuma 7 knot at the most dan angin 10 knot dari belakang akan uber tuh kapal. Makanya banyak orang suka complain bau asap di kapal pelan, yah emang begitu kalo pas arah dan kekuatan angin kagak mendukung.

AKAN bersambung.........


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Last edited by Surya Prihadi on Tue Aug 17, 2010 11:47 pm, edited 1 time in total.

Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 13, 2010 1:03 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Wak eke IT stupid kayak nya nih, nempel 2 attachment ajah kaga bisa.. :shock:


BAUER TRIPLEX FILTER SYSTEM

Wak kik kik, kena image height restriction ternyata.


AKAN BERSAMBUNG.............


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 13, 2010 1:40 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Nothing is free, ini yang semua diver harus sadari.

Extra Safety = Extra money/biaya

Lihat mobil yang sama tapi bisa di pesan pakai 1 airbag dan lebih dari satu airbag, harga nya lebih mahal jika airbag di semua sisi.

Filter Cartridge yang pakai Hopcalite harganya bisa 30% lebih mahal dari yang non-Hopcalite, tergantung model nya. Emang Hopcalite mahal harganya, exactly berapa entah lah , konon 1kg bisa Rp 2juta.

Sudah lebih mahal harganya lalu kapasitas proses udara nya jadi turun sekian persen karena si Hopcalite ambil tempatnya Molecular Sieve. Wah ini dua kali mahal jadinya biaya isi tabung.

Lalu diver mau nya isi tabung kagak boleh naik harga...wak kik kik kik, kasian deh resort/operator pada tuh.

Kita di Indonesia termasuk untung, isi tabung masih murah. Coba di Eropa, bisa bangkrut neh.

In defence bagi dive operator yang menjunjung tinggi kualitas udara, para diver harus sadar bahwa compressor itu harga nya tidak murah, malah kalo di itung kiloan ( kayak pasar loak ajah ... :lol: ) harga nya 9x lipat lebih mahal dari Toyota Avanza yang 1.3 liter weight to weight basis. Kita bicara dua-dua nya harga baru yah.

Besok baru sambung lagi ah...cape nih.

SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 13, 2010 8:58 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Thanks you mas atas informasinya yang sangat menarik.
Lagi dibaca dan dicerna pelan-pelan, maklum rada telmi.
Saya sendiri belum pakai Nitrox; karena dive profilenya masih yang gampang2.
Tapi beberapa kali saya sempat dapat udara yang sepertinya ada rasanya dan setelah beberapa saat agak gatel diparu-paru dan kadang jadi batuk - not sure sekedar sugesti apa memang udaranya yang kurang bagus.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Aug 14, 2010 2:47 am 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
eh iya, selamat ultah buat seapearl ya mbah surya! titip salam buat evy & crew sekalian hehehe..

ditunggu kelanjutan artikelnya!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Aug 14, 2010 5:48 am 
Offline

Joined: Sun May 09, 2010 4:05 am
Posts: 147
Location: batam-bali
wow! :shock:

bacaan kelas berat. lama nih ngertinya, baca lagi ah....

bravo Pak Surya.

all thumbs up :)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Aug 14, 2010 5:18 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Thank you Mbah Bayu, itu acara bini lah. Kita peramai ajah.. :D
ScubaBabe, baca santai ajah...

Mas Wisnu,
Banyak diver yang tidak bisa cium udara bau dari tabung, kecuali udah bau banget.
Kalo saya karena sering mainkan kompressor, hidung saya jauh lebih pekah dari kawan saya.

Paru-paru gatal bisa ada 2 kemungkinan.
Uap oli kompressor bablas ke tabung selam karena filter di ganti SANGAT terlambat.
Activated Carbon nya udah saturated. Molecular Sieve pastinya juga sudah terlalu basah jika filter SANGAT terlambat di ganti dan jika ini terjadi itu bahan nya yang base nya dari zeolite famili aluminosilicates, bisa ber "abu". Filter cartidge ada partikel filter kayak dari kain, tetapi ini rating halusnya paling 20 micron dan bisa kebablasan abu yang lebih halus.

1 micron = 0.001 millimeter.

Uap oli kata kawan saya si dokter lebih bahaya dari oli cair sebab paru-paru lah yang kena hajar. Kalo ketelan oli masih bisa di buang oleh tubuh kita, mungkin mules2 kali yah...wak kik kik kik.

Saya baru ajah beli filter dan housing yang 0.5 micron dan 2 micron, indent 3 bulan euuy. Mau experiment berapa banyak partikel super halus yang bablas sebenarnya dari sebuah filter standard.

Kadang-kadang yang mengecewakan dari air-fill operator adalah kebiasaan suka packing-ulang filter bagi yang mau irit. Filter memang bisa di isi sendiri tetapi sebaiknya jangan sebab mutu dari Activated Carbon beda-beda dan yah itu, abu nya berapa banyak tuh arang. Molecular Sieve bagi kebanyakan air-fill operator yang old-school malah bukan Molecular Sieve yang di pakai tetapi tipe yang kayak untuk kemasan lensa kamera alias silica gel. Fungsi sama tetapi performance nya beda jauh.

Tidak semua kompressor pakai filter cartridge abis-pakai-buang seperti Bauer. Sebagian model dari kompressor Coltri Sub harus isi ulang sendiri media di filter tower nya. Yang banyak orang tidak paham adalah, semua Molecular Sieve atau pengering jika di kemas dalam botol plastik umurnya hanya 6 bulan dari tanggal mulai di kemas di PABRIK. Hanya dalam kemasan kaleng logam umurnya 2 tahun shelf life ( jangan di buka tutup ). Lalu buka tutup tuh kemasan saat di pakai sedikit demi sedikit, lama-lama sudah jenuh dengan uap air dari udara ambient. Antara produksi, import, pajang di toko lalu di tangan pemilik = ??? bulan tuh ?

Kalo yang kemas ulang ganti kain filternya bersamaan ama media nya dan pakai yang rating micron nya benar, kalo pake yang terlalu kasar gimana ?

Ini sebabnya Bauer punya filter cartridge semua di vacuum pack dan pakai aluminum foil tebal sebab aluminum bukan kertas, itu logam. Maka nya saya bilang, quality HARUS ada penalty biaya, nothing is free.

Plastik boleh kita pikir tahan air, tetapi tidak gas-proof. Uap air di udara bebas adalah air dalam bentuk gas, bukan bentuk cair. Kalau mau test gampang. Beli klorin bubuk ato tablet, masukan dalam tas plastik dan segel pake alat bakar deh. Kamu cium, pasti baunya tembus lama kelamaan. Klorin memang bubuk, tetapi gas nya yang kita pakai dan klorin itu sebenarnya adalah gas, bubuk cuma binder nya doank.

Apa media filter isi ulang sendiri pasti jelek ? Tidak, asal yang jual jujur soal tanggal produksi dan yang air-fill operator turn over nya cepat supaya stock media segar terus dan beli media yang memang untuk breathing air, hasil bisa bagus. Kalo enggak mau pusing, yah beli yang filter cartridge model factory packed lah. Savings filter isi sendiri versus factory packed paling bedanya Rp 5,000 - Rp 10,000 per tabung. Jutaan sih sebulan kalo dive operator yang tamunya banyak tetapi why risk it ?

Anda akan pilih Aqua, Ades, VIT atau air isi ulang ?

Kalo mau cium udara tabung, saya ajarin cara yang mungkin bisa bantu.
Jika anda menyelam, sekali kali buang udara jangan pakai mulut, pakai hidung. Ini udara akan nongkrong di masker dan bisa di cium. Semakin lama dan dalam kita meyelam, udara bau akan kecium sebab density udara nya kan nambah dengan kedalaman. Kalo mau aman abort the dive setelah ada gejala bau.

Kalo udara selalu bau, artinya mulut terlalu dekat ama idung dan belum gosok gigi... he he he, just kidding.

Saya selalu buang udara lewat hidung/masker dan cepat sekali bisa deteksi udara bau yang bau nya sedikit. Biasanya 10 meter udah terdeteksi jika pun di darat gagal di deteksi.


Safe Dive yah.

SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Aug 14, 2010 5:32 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
SAMBUNG LAGI.........


Sayang CO tidak ada bau, andaikan bau kayak kentut, kita tidak usah beli C0 Analyzer...ha ha ha.

Ada satu cara lagi untuk mempersempit resiko element ke 3, di bagian air-fill operator.
Tanya dengan air-fill operator, setelah berapa jam atau setelah berapa tabung, filter cartridge biasanya
di ganti ? Activated Carbon dan Molecular sieve yang PASTI di pakai sebagai media di filter udara kompressor, sedikit banyak punya kemampuan menjerap gas CO. Tidak handal tetapi bisa, up to certain limit & time. Baca dengan seksama saya pakai kata JERAP bukan SERAP. Jika ada diver di forum ini yang hobby chemistry pasti paham kenapa saya sebut jerap. Dalam bahasa Inggris nya adalah aDsorb bukan aBsorb, saya juga pikir dulu salah ketik si kawan diver dokter ku waktu jelaskan ini pada saya. Jadi belajar kimia deh, subject yang saya paling bodoh di kelas waktu SMP. I hate chemistry.

Saya minta diver bertanya karena logika nya adalah, jika operator ikuti guide-line yang benar sesuai TABEL penggantian filter cartridge dan jelas ini makan biaya extra, sangat masuk akal bahwa perawatan kompressor pun kemungkinan besar akan di ikuti dengan baik. Masuk akal kah ?

Seperti saya kemukakan bahwa filter catridge compressor science nya agak rumit, yang diver penting untuk di ketaui adalah bahwa media di dalam filter cartridge tidak ada istilah mampet baru di ganti. Ini media saling gotong royong kerjanya dan jika satu sudah saturated atau gagal, mata rantai nya proses bisa putus. Contoh yang mudah adalah, jika pun filter cartridge ada Hopcalite nya, jika Molecular Sieve sudah jenuh alias tidak bisa jerap lagi water molecule dan kekeringan udara tidak tercapai saat lewat di Hopcalite, si Hopcalite jadi tidak terlalu effective "tangkapin" si gas CO yang lalu lalang kayak laron....sayangkan.

Basis hitungan produsen kompressor bahwa sekian banyak Activated Carbon dan sekian banyak Molecular Sieve dan sekian banyak Hopcalite untuk proses sekian ribu liter udara adalah berdasarkan kondisi ideal dan pada SUHU 20 Celsius. Ideal adalah kompressor yang sehat. Biaya perawatan kompressor tidak murah yah.

Emang orang Eropa mah enak, standard test condition pake 20 Celsius. Kita kudu diving di Puncak Pass atau Tangkuban Perahu kalee, baru bisa dapat 20C. Kita bicara 30C sajalah. Tahu kah anda pada suhu ambient 30C umur filter cartridge kudu kena sunat up to 40-50% ? Apa artinya ini ? Ini artinya dive operator di suhu tropis akan dobol beli filter 2x lipat lebih sering dari orang yang diving di ambient temperature 20C...rugi banget deh, 2x lebih mahal biaya filter nya.

Lihat attachment , itu 3 tabel untuk umur filter P21, P31 dan P41 milik Bauer yang tidak mengandung Hopcalite. Enek ngak tuh kalo jadi air-fill station di negara tropis ?

Logika bicara bahwa jika dive operator gagal pakai tabel kompensasi suhu untuk memperpendek umur pakai filter cartridgenya, artinya cuma ada dua kemungkinan :

01. Buku User Manual tidak pernah di baca, maka tidak paham dan ini SOP yang buruk
02. Atau mau meringankan biaya dengan resiko konsumen yang terima hasil jelek nya ?

Yang saya mau tekankan disini bukan dua kemungkinan negatif tersebut, yang saya mau tekankan adalah, jika umur pakai filter cartridge di extend melebihi batas, properties Activated Carbon dan Molecular Sieve yang sedikit nya bisa bantu menjerap gas CO akan tidak bisa bantu diver saat ke dua media ini sudah saturated. Jika tabel kompensasi suhu tidak di ikuti alias umur filter cartridge bablas 200% atau 2x lipat dari seharusnya, ada kemungkinan ( belum tentu yah ) di 50% dari tangki yang di isi terakhir bisa ada resiko bagi diver, soal lolos nya CO ke tabung.

Jika kita sudah paham ini, minimal kita bisa perkuat Safety Triangle yang kita bahas di awal. Kita bisa pakai kekuatan analisa kita gaya CSI ( Holywood kaleee ) untuk memperkecil resiko kita sebagai diver, dari all the unwanted bad stuff yang bisa membuat dive trip kita unsafe.

Nah benerkan, the power of mulut dan mata may do you good.
Rajin bertanya dan rajin melihat, ini semoga bisa buat anda diver yang lebih safe.

Bagi yang mau tau konversi berapa tabung si filter bisa proses, formula nya ini :

Tabung yang ada di Indonesia dan umum kita sebut 80 cubic feet adalah 10 liter.
Jika kompressor adalah Mariner 200, ini artinya kemampuan isi adalah 200 liter udara per menit.
Jika tabung masih ada sisah 500 psi atau gampang nya 35 BAR deh, maka ini cuma perlu isi 8.3 liter kira2.
8.3 liter di kali 207 bar = 1,718 liter.
Jadi per 1 jam umur filter pada hitungan 200 liter per menit = 200 x 60 menit = 12,000 liter/jam
12,000 / 1,718 liter = gampang nya 7 tabung standard 80CF per 1 jam umur filter.
Jadi jika operator pakai filter ukuran P21 ( paling umum ) di unit kompressor Bauer Mariner (2 selang isi) dan di kompensasikan pada suhu ambient 30C, maka 4 - 5 jam maksimal umur itu filter atau 28 sampai 35 tabung doank. Mahal....yah mahal lah !!

Jika operator isi lebih dari 50 tabung dengan filter P21 gimana ? Yah itu bau apek dan bau kayak oli akan timbul saat Activated Carbon udah kagak bisa jerap oil vapor dan pastinya sudah basah lalu Molecular Sieve nya juga basah. Apek kan indikasi sesuatu tidak kering. Umur filter basis hitungan nya adalah dari kemampuan Molecular Sieve jerap uap air ( water vapor ). Uap oli kalo bablas ke tabung yah bisa bikin diver pusing, gatel leher dan macam-macam hal negatif. Uap oli kata kawan saya si dokter lebih bahaya dari oli cair sebab paru-paru lah yang kena hajar. Kalo ketelan oli masih bisa di buang oleh tubuh kita, mungkin mules2 kali yah...wak kik kik kik.

Maka nya buku manual diving pasti bilang, selalu cium lah udara tabung sebelum pasang regulator di tangki. Ini sebenarnya cuma basic pre-caution dan sangat logik. Hidung manusia walaupun tidak pekah kayak Helder tetap bisa deteksi bau pelumas atau apek. Jika hidung kita bisa cium itu bau, artinya itu filter udah beyond bad...it is very bad. Standard hitungan umur filter yang di pakai sebenarnya untuk memastikan ( asal mekanikal nya kompressor sehat yah ) bahwa dari tabung pertama dan sampai tabung yang terakhir, udara harus nya lulus Grade E ato standard Eropa yang DIN atau BS 12021.


AKAN BERSAMBUNG.........


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Aug 14, 2010 5:46 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
SAMBUNGAN..........

Standard kekeringan udara untuk scuba selain dari keperluan teknis bahwa media yang digunakan memerlukan kekeringan tertentu untuk bisa bekerja baik, adalah juga dari aspek safety di negara dingin.

Regulator selam adalah alat penurun tekanan. Hukum gas sangat simple, jika gas ditekan mendadak jadi lah panas ( contoh mesin diesel, compression engine ) dan jika tekanan diturunkan mendadak dapat lah dingin ( cara air-conditioner berkerja ). Saat tekanan diturunkan dari 200 BAR di 1st stage ke 10 BAR di 2nd stage regulator kita, di lubang angin dalam 1st stage regulator terjadi suhu dingin mendadak dan lubang ini kecil neh. Pendinginan mendadaknya tersebut bisa membuat suhu berkurang 30 celsius. Karena yang bisa beku di dalam udara adalah kadar air nya, dan jika regulator beku akan buat regulator macet atau freeflow, maka ice diver dan fire-fighter bisa celaka jika kadar kekeringan udara tidak di jaga.

Pengguna compressed-air di negara maju bukan hanya diver, fire-fighter juga pakai SCBA ( kita pakai SCUBA ) dan fire-fighter itu big compressed air user. Saat musim dingin dan jika ada kebakaran, udara yang tidak kering di tabung SCBA para fire-fighter akan sama resikonya dengan ice-diver. Udara musim dingin bisa -20C dan wind chill factor bisa memperparah keadaan, kalau air laut sedingin-dingin nya cuma -2 C. Yep, karena ada garam sekitar 3.5%, air laut tidak beku pada enol Celcius.

Maka jika anda perhatikan standar udara yang saya berikan link nya, ada cuplikan mengenai berapa kering udara yang di perlukan. Lihat attachment. Nilai ini dibaca sebagai dew-point temperature.

Jelas di tulis bahwa jika bukan -65 Fareheit ( -53 Celsius ) sebagai nilai kekeringan udara, pakailah 10 Farenheit lebih "kering" udara tersebut dari udara terdingin yang akan di alami/terjadi.

Dew point temperature adalah nilai dimana air dalam udara akan "keluar". Kalo kamera anda fogging di air dingin, ini adalah karena dew point temperature. Udara dalam kamera yang kena dingin air laut melalui housing dan dipanaskan pula dengan operational si kamera sendiri, akan keluar uap air nya.

Fogging itu adalah uap air sebenarnya yang dari gas phase menjadi liquid phase. Kalo banyak banget uap air nya, jadi hujan deh. Jadi ceritanya jika mau regulator tidak beku, kadar kekeringan udara ( dalam nilai dew point temperature ) harus lebih kering ( celcius/farenheit ) dari udara ambient, sebab tuh air tidak akan "keluar" dari udara selama suhu udara tersebut TIDAK lebih rendah/dingin dari dew point temperaturenya. Jadi bagi anda yang sering kamera nya fogging, jika pun anda tidak punya sachet pengering ( dessicant ) :

01. Ambil tas plastik
02. Masukan kamera dengan pintu housing terbuka.
03. Kempeskan tas plastik supaya udara ambient sebisa-bisanya di keluarkan.
04. Isi tas plastik dengan udara dari tabung selam untuk isi udara di dalam kamera anda sebisa-bisa nya dengan udara super kering ini. Biarkan udara tabung bocor dari tas plastik, biar sebisa-bisanya itu tas plastik dapat udara kering secara maksimal.
05. Plintir tas plastik biar udara ambient tidak masuk, tutup housing kamera. Jadi anti fogging deh.

AKAN BERSAMBUNG.........


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Aug 14, 2010 6:17 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
SAMBUNGAN............



Lalu kita bertanya, kita kan negara tropis, kenapa kudu ampe kering kayak gitu udara tabung selam kita dan buang uang di filter ? Balik lagi dijawab bahwa media yang ada di filter cartridge memerlukan kekeringan yang memadai untuk berfungsi baik, maka extended use hanya bisa di lakukan dalam batasan yang sempit. Pas batasan tersebut terlewati, mulai lah bau apek dan bau oli bablas ke tabung selam dan termasuk all the nasty stuff yang kita mau cegah.

Kompressor bisa di pasang alat monitor berapa kering nya udara, tapi mahal neh yang versi elektronik. Ada yang versi kimia dan jauh lebih murah tetapi akurasi nya yah....so so lah.

Bagi kawan kawan diver yang doyan safety gadget, ini CO Analyzer yang cocok untuk travelling.

Semua model PORTABLE ( bukan yang on-line ) sudah di miliki dan di screening sama kawan dokter saya, jadi kagak usah repot Goggle lagi.

PORTABLE-BUANG SETELAH 3 TAHUN under US$300
http://www.gasmonitors.com/main.cfm?sub ... age&pid=30

PORTABLE-BISA DI GANTI SENSOR NYA under US$300
http://www.gasmonitors.com/main.cfm?sub ... age&pid=31
http://www.raesystems.com/products/toxirae-3
RAE ada agen dan service center di Singapura.

PORTABLE-BISA CO dan OXYGEN ( tapi cuma up to 30% ), pilih yang diffused model , jangan pump. Under US$650
http://www.raesystems.com/products/qrae-ii-pump
RAE ada agen dan service center di Singapura.


UNTUK ON-LINE INSTALLATION-PERMANENT, Dive Center , kalo enggak salah bisa +-US$1,200 untuk ready to use system.
http://www.analox.net/proddetail.php?productid=9&ref=22
Ini agen nya di Jakarta adalah Dive Master / Aqua Sport. Oxygen analyzer nya populer juga. Kagak tau deh apakah ada jual CO detector nya.

http://www.safetyfire.com/pdf/industrial/resp_bapp.pdf

http://www.ecompressedair.com/air-dryer ... nitor.aspx
Ini harga nya mah mau cepat kaya yang jualan...kik kik kik


Ada satu merek lagi untuk aplikasi on-line tapi saya lupa euyy. Sekitar US$2,000 an kalo enggak salah.


Karena gas-sampling perlu flow udara yang konstan supaya repeatable accuracy bisa di dapati, anda harus beli flow limiter untuk berikan udara tidak lebih dari 1.5 liter permenit. Ini alat BCD clip yang ada built in regulator nya. Bisa juga sih cara McGyver pakai tas plastik di isi dari tabung dan alat di dalam tas plastik dan tunggu 15 - 20 detik. Response time sensor nya memang sekitar 10 detik minimal.

http://tdl.divebiz.net/index.php?main_p ... f5a463321c


Now for the sad news......

Setiap alat ukur hanya sebagus jika kalibrasi nya rutin.
Disini saya hanya hafal merek RAE sebab saya punya nya merek RAE. Pastikan software di unit yang bukan portable dalam daftar di atas bisa di self calibrate oleh user dengan pastinya harus beli gas kalibrasi nya. Masak kirim balik ke pabrik tiap 3 bulan untuk di kalibrasi...repot neh.

Karena kita mau deteksi CO kadar rendah, maka gas kalibrasi harus di beli yang 10 PPM CO, bukan yang 50 PPM CO seperti umumnya di pakai pada CO Analyzer industry/mining ( RAE dan BW ).

Sumber Calibration-Gas
Bisa custom order, ntar di blending mau kadar berapa gas nya.
Minta balance gas nya ( sisah nya ) nitrogen murni, lebih baik dari udara biasa.

http://www.soxal.com/en/laboratory-anal ... ses-4.html

http://www.mesagas.com/HealthSafety.htm

http://idealgases.com/default.aspx

Harga landed Singapura sekitar US$ 400an dengan regulator dan 102 liter bottle kalo enggak salah.
Agen RAE Singapura bisa adakan gas ini.

Sekali kalibrasi pakai paling 3 liter. Umur gas di botol cuma 2 tahun sebelum expired. Baiknya unit per 3 bulan di kalibrasi atau lebih sering jika pake nya ganas.

Akurasi BW dan RAE sangat baik dengan harga yang ekonomis. Jika mau di buat on-line system juga bisa jika anda siap cape dikit dan kreatif.

Ada DO & DON'T mengenai sensor CO ataupun semua sensor gas analyzer.
Ada cross contamination data. Ini menjelaskan gas atau oxidizer apa yang akan buat sensor jadi error. Bisa di gali di technical section RAE, library nya bagus.
Kal punya gas-analyzer, ini wajib baca.

On-line system enaknya tidak usah test satu per satu tangki. Ambil output kompressor dan baca terus sambil produksi. Bisa di connect ke auto shutdown, jadi kalo ada CO sekian, compressor akan mati sendiri. Semua stasiun fire-fighter di USA setau saya HARUS punya CO detector by law, mereka kan pakai SCBA semua.


Sementara ini dulu yah...ntar Mbah semedi dulu dan lanjut lagi.



NOTE:

Untuk owner kompressor di forum ini, ada satu alat yang SUPER penting di kompressor anda yang sering di cuekin sebab alat ini jika rusak pun you kagak akan tau kalo enggak baca User Manual secara teliti. Kompressor akan jalan terus tetapi umur pakai filter bisa hilang 80% atau lebih....sadis banget !!!!

Kalo mau saya lanjutin bahas alat tersebut, chime in ajah yah, sebab ini agak panjang dan mungkin tidak menarik bagi average diver yang kagak punya kompressor.

Salam...Blup...blup..blup...blup

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Aug 15, 2010 12:12 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
wah bahasan yang menarik, jadi pengen nanya nih..
mbah Surya, seandainya beberapa orang dikurung dalam ruangan tertutup, dikasi modal CO2 scrubber sama sebuah analyzer, mana yang lebih bermanfaat buat mereka? Oxygen Meter, CO2 Meter, atau CO Meter?
nah, kalo setiap instrumen itu indikator reading nya PPM, kira2 di angka berapa PPM tuh orang2 yang didalam ruangan itu harus bail out.?

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Aug 15, 2010 12:31 am 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
nimbrung sedikit:

nah, mudah-mudahan dengan membaca artikel mbah surya ini teman-teman divers sadar bahwa mengisi tangki scuba itu nggak bisa hanya 'sekedarnya' saja. ada harga - ada rupa..

jadi jangan rewel soal harga diving kok mahal, padahal kan hanya bayar tangki doang sama ongkos boat (kalau ada) dan jasa dive guide aje. dive center setengah mati putar otak supaya harga per dive bisa masuk akal, tanpa harus akal-akalan mengenai isi ulang tangki.

kalau saya pergi dive trip dengan menggunakan jasa dive center, minimal saya usahakan bisa nengok air filling station milik si dive center. dari situ saya bisa lihat apakah si dive center ini credible atau ndak. cek kompresor logbook & lihat kondisi kompresornya.. kalo meragukan mending saya batalin & cari dive center lain.

urusan isi udara di tangki itu ndak main-main. ada 'mishap' sedikit urusannya bisa jadi one way ticket ride. kalo istilahnya mbah surya: pesta kwaci.. *amit-amit..*

mbah surya: kalau boleh minta dibagi tips dong buat temen-temen disini bagaimana caranya supaya kita tau bahwa airfill station itu benar atau ndak..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Aug 15, 2010 6:28 am 
Offline

Joined: Wed May 20, 2009 6:35 am
Posts: 57
wah mantep infonya !!

saya jg perna ngerasain udara ga enak, rasa2nya kayak oli gitu, mana uda keburu nyemplung lagi.. ga sampe 10 menit mual2, muntah trus naik dah. pas di kapal pala puyeng. tidur dahh.. bangun2 sih uda enak lagi, tp ga brani lanjut dive

apa tuh alat yg super penting di kompresor?
boleh donk dibahas dsini aja, mayan nambah2 pengetahuan


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 42 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: