It is currently Tue Oct 17, 2017 11:48 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 
Author Message
 Post subject: Rest in Peace Pulau Ahe (Cendrawasih Bay)
PostPosted: Sat Jun 29, 2013 3:17 am 
Offline

Joined: Mon Jun 21, 2010 10:29 pm
Posts: 171
Location: Rotterdam
dari status Markus Roth di facebook...

https://www.facebook.com/MaRoVisions/me ... 482&type=1

Today is a bad day for the Galapagos of Indonesia (quote from Dr. Allen) aka Cenderawasih Bay. Unfortunately, the rumors became reality. The Ahe Dive Resort has to close under pressure from the government. It causes me physical pain to realize that this beautiful part of the world must give way to the prueen pursuit of profit. Hopefully the whale shark population of Cenderawasih Bay will not take any damage, but this is probably just a pipe dream. It was always my dream to dive with my daughter at the dive site, which was named after her. "Anouk's Mimpi", which means as much as "Anouk's dream". Soon, this dive site will be more likely a nightmare. Rest in piece Pulau Ahe! You'll always be my island! And God bless the people and animals of the region.

This is the mail from today: "Ahe Dive Resort Forced to close We are struck with disbelief about the news reached us did yesterday. How can a project with seeking a positive impact on both marine life and local economy come to a sudden end. The reality is as sad as it gets.

Ahe Suffered from a forced takeover by the government. At first the reason for the takeover Explained what not, but now it has become clear did the government needs the resort to Provide MIGAS PERTAMINA to Indonesian oil drilling company with a base. Oil, money, politics and the usual fair share of corruption win again over nature and long term interest of the local community. For now Ahe has lost the battle, but refuses to lose the war. Involved Staff and all are deterministic mined to continue Their efforts. They Took all dive related materials with them from the Iceland and the search is on for a new location.

Ahe II is a necessity not only to protect marine life, but that is to Provide the people with a sustainable livelihood. All interested parties are advised to visit or contact http://budpar.papua.go.id/ Pariwisata Provinsi Papua at [email protected] "


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rest in Peace Pulau Ahe (Cendrawasih Bay)
PostPosted: Tue Jul 02, 2013 1:47 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Mungkin ada baiknya dipelajari lebih mendalam lagi soal ini...

Whale shark di Cendrawasih Bay setau saya memang tidak resident, tapi kesana karena disediakan makanan. Sooner or later, those beautiful giants will dissapear from the location.

Let's look into it, and see what can we do about it.

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rest in Peace Pulau Ahe (Cendrawasih Bay)
PostPosted: Fri Oct 04, 2013 11:03 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
rendra wrote:
Mungkin ada baiknya dipelajari lebih mendalam lagi soal ini...

Whale shark di Cendrawasih Bay setau saya memang tidak resident, tapi kesana karena disediakan makanan. Sooner or later, those beautiful giants will dissapear from the location.

Let's look into it, and see what can we do about it.


Iya, musti lihat dari beberapa sudut pandang soal "take-over" resort ini. Beberapa clue yang gw sering dengar mengenai Whale Shark diving dan area ini :

1. Seorang kenalan berusaha ikut memajukan daerah lokal, dengan menawarkan option land-based trip dan membangun fasilitas di Kwatisore. Saya dengar tidak bisa tanda tangan kontrak dengan kepala suku setempat, deal-nya hanya sewa tanah, tidak diperbolehkan dibeli. Menurut beliau, di daerah sana memang tidak boleh memperjual belikan tanah karena unsur adat/warisan, dan perjanjian sewa jarang sekali berbentuk kontrak legal. :D Nah kalau ini kasus si resort, ya repot juga dia, insecure agreement.

2. Resort ini sering terdengar berusaha mem-protect wisata ini masuk ke "area monopoli"nya, wajar karena mereka pionirnya, paketnya emang kesannya mahal banget sih. Namun seiring perkembangan, beberapa LOB mulai mengarah kesana, dan disinilah mulai terdengar berita santer soal "klaim" itu karena mungkin resort merasa terusik incomenya dan eksklusivitasnya, tapi ini hanya kabar burung yang beredar dari beberapa pemain aktif di sana ya.

3. Nah yang lucu, coba dicek: setiap bulan puasa dan Lebaran, bagan pada kosong. Cuma satu biji dan diblok pula oleh resort tersebut, yang lain nggak boleh diving maupun snorkeling sama sekali. Artinya, yang punya bagan apakah bukan orang lokal sana? Soalnya alasannya sama, pada pulang kampung :D

Nah pertanyaannya, apa dampaknya buat orang lokal wisata Whale Shark ini? Menyentuh mereka tidak? Kalapun iya, populasi di Ahe itu berapa sih? Dan apakah kecipratan rejeki juga nggak komunitas di situ, atau apakah lebih baik dengan adanya Pertamina di situ mereka lebih kebagian mata pencarian? Karena si pemilik resort mencari dukungan kesana-kemari mengangkat topik pertambangan, komunitas lokal sampai korupsi (yang harusnya dia bisa buktikan karena sudah tuduhan skala internasional, tapi kok dari penduduk lokalnya santai aja resortnya di take over untuk fasilitas boarding atau base camp operasional Pertamina ya?

Makanya saya pribadi waktu topik ini pertama menghangat di socmed, nggak langsung share atau support, atau teriak nyalahin Pemda atau Pertamina atau masyarakat sana. Langsung kepikirnya, jangan2 emang nggak pernah punya kontrak jelas?

Pendapat pribadi ini, hanya dari info2 yang beterbangan sana sini, bukan statement tapi lebih ke analisa sepihak, jadi jangan masukin hati :D

Nah, satu lagi, dari sisi etika : patut dipertahankan kah proses non-alami/coincidental Whale Shark feeding process ini kalau memang ternyata memajukan daerahnya? Dan kalau begitu, apa boleh dijadikan proyek yang sama di daerah lain mungkin?

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rest in Peace Pulau Ahe (Cendrawasih Bay)
PostPosted: Mon Oct 07, 2013 3:31 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Sependapat dengan Chris...

Seringkali kita sebagai pihak luar terbawa/ terpancing dengan suatu pendapat yang local specific, padahal kalau diperhatikan benar2 dan didalami, belum tentu yg dianggap local specific itu genuine.

Not to blame or discredit anyone, mari kita coba lihat secara jernih dan profesional masalah seperti ini. Keberadaan suatu project jangka panjang di suatu daerah, terlebih oil & gas, pastinya akan memajukan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Lebih lanjut, dalam environmental assessment sudah merupakan suatu kewajiban untuk memperhatikan situasi dan kondisi tidak hanya manusianya, tapi juga flora, fauna dan sumber daya alam lainnya.

Soal whaleshark disana yg setau saya bukan local resident, apakah perlu dipertahankan? Akan ada banyak pendapat berdasarkan berbagai interest. Kalau saya pribadi lebih memilih untuk menyerahkan kembali kepada alam, dengan tujuan agar ekosistemnya natural. Kalau memang mereka senang di area situ, why not? Tapi kalau disana karena 'terpaksa', rasanya nggak wise juga ya...

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rest in Peace Pulau Ahe (Cendrawasih Bay)
PostPosted: Fri Oct 11, 2013 3:44 pm 
Offline

Joined: Mon Jun 21, 2010 10:29 pm
Posts: 171
Location: Rotterdam
Terima kasih atas informasi-nya. Saya pribadi belum pernah ke sana dan tidak tahu persis situasi yang sebenarnya. Dan berita permasalahan berkaitan dengan Indonesia Timur sering sulit diperoleh secara online. Berita dari Markus Roth menarik bagi saya yg lagi belajar soal eksistensi pulau-pulau kecil.

Masalah industri pertambangan, tentunya bisa saja layak bila ada AMDAL yang memang dapat menjamin proses pertambangan agar tidak akan mencemari lautan/lokasi sekitarnya. Partisipasi dan pandangan penduduk setempat seharusnya turut diperhitungkan. Dari pengalaman saya mengikuti kasus Pulau Bangka di Sulawesi Utara, kualitas AMDAL untuk perusahaan tambang bijih besi di sana patut dipertanyakan. Masukan dari masyarakat setempat saja nyaris tidak ada.

Mengingat pulau-pulau kecil biasanya hanya memiliki penduduk yang segelintir, seringkali keberlangsungan pulau dan sekitarnya tidak diperhitungkan. Memang kalau dihitung dari jumlah perbandingan antara penduduk dan penghasilan dari industri pertambangan ya apalah artinya menggusur penduduk dari pulau kecil, terpencil pula. Hanya mengenaskan bila pulau-pulau kecil tersebut tenggelam dan rentan menghadapi ombak besar karena hutan bakau-nya terkikis habis oleh aktivitas ekonomi yang tidak setara dengan kemampuan pulau mereka untuk beradaptasi, misalnya.

Saya sering bertanya-tanya apakah memang ada add value mempertahankan pulau-pulau kecil di Indonesia? Menilik kondisi pulau-pulau besar di Indonesia yang over-populated, over polluted, over exploited, mempertahankan pulau-pulau kecil dari eksploitasi industri ekstrasi menjadi salah satu cara untuk menjaga kelestarian laut dan lingkungan hidup sekitarnya. Just a thought.


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron