It is currently Tue Oct 17, 2017 6:46 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 8 posts ] 
Author Message
 Post subject: Raja Ampat dan tambang Nikel
PostPosted: Mon Jul 04, 2011 10:16 pm 
Offline

Joined: Mon Jun 21, 2010 10:29 pm
Posts: 171
Location: Rotterdam
Bete-in juga baca berita ini.. earth provides enough to satisfy every man's need, but not every man's greed..

Berita lengkapnya di sini: Sea of Trouble by Tom Allard

dalam bahasa Indonesia versi detik.com


Brisbane - Lupakan sejenak kisah kawasan Raja Ampat, Papua, nan indah. Kini, aktivitas pertambangan nikel mengancam kelestarian flora dan fauna bawah laut di Raja Ampat.

Belakangan, kapal tambang hilir mudik antara Australia dan Raja Ampat membawa tanah liat dengan kandungan nikel dan kobalt. Dalam penelusuran Sydney Morning Herald edisi 2 Juli 2011, para aktivis lingkungan dan ilmuwan memprotes penambangan di Raja Ampat yang bisa mengancam ekosistem bawah laut paling berharga di dunia itu. Masyarakat setempat malah ikut serta membantu para perusahaan tambang itu.

"Saya sedih dengan apa yang terjadi. Jika orang menambang tanpa melakukan studi lingkungan yang benar, itu keterlaluan. Dan itu yang terjadi di sana," kata Charlie Veron, mantan kepala ilmuwan dari Australian Institute of Marine Sciences.

Meskipun Gubernur Papua Barat, Abraham Atururi melarang pertambangan di Raja Ampat, faktanya kapal-kapal tetap membawa nikel dan kobalt menuju perusahaan Queensland Nickel milik jutawan Australia Clive Palmer.

"Pertambangan sudah sejak 2006. Warga protes, tapi tentara dan polisi datang," kata Yohannis Goram dari Yayasan Nazareth kepada Sydney Morning Herald.

Lantas siapa operator lokalnya? PT ASP dan PT ASI adalah penambang nikel ini. Warga mengatakan aktivitas tambang kedua perusahaan satu grup itu merusak kawasan Pantai Raja Ampat. Menurut Veron, terumbu karang tertutup limbah tambang dan ikan-ikan menghilang.

"Sedimentasi tenggelam ke atas terumbu karang, tapi yang lebih buruk adalah fraksi tanah liat, di mana partikel halus mengambang di air, menghalangi sinar matahari," kata dia.

15 Perusahaan tambang lain berhenti beroperasi setelah larangan gubernur, namun PT ASP dan PT ASI bertahan. Disebut-sebut, PT ASP dan PT ASI punya backing pejabat dan militer di Jakarta. Queensland Nickel menolak berkomentar soal perusahaan rekanan mereka itu.

"Kami tidak berkomentar soal urusan bisnis suplier kami," kata humas Queensland Nickel, Mark Kelly.

Raja Ampat adalah sebuah kawasan ekologi yang sangat penting untuk dunia, seperti Great Barrier Reef milik Australia. Raja Ampat berada di tengah kawasan segitiga terumbu karang dunia dan menjadi sumber makanan untuk 1,6 miliar hektar terumbu karang dari Filipina sampai Pulau Solomon.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jul 05, 2011 10:31 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Aug 25, 2009 5:03 pm
Posts: 156
hehe, UUD yaaa :D


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jul 05, 2011 8:57 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Dec 02, 2009 2:27 pm
Posts: 19
Turut prihatin. Apalagi sudah berlangsung lama. Semoga tidak terjadi seperti di Manado saja. Semoga mereka sadar merusak alam berarti merugikan dan merusak masa depan dunia.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Jul 10, 2011 5:25 pm 
Offline

Joined: Mon Jun 21, 2010 10:29 pm
Posts: 171
Location: Rotterdam
menyedihkan memang..kebetulan rekan saya sedang penelitian di Papua saat ini. Dan ternyata, hutan-hutan di Papua saat ini sedang ditebangi - diorganisir PT Medco bersama investor dari Korea untuk kepentingan proyek besar MIFEE. Pasalnya kayu-kayu yang ditebangi itu dihargai sangat amat murah dan konyolnya lagi, CSR yang dikembangkan hanya berupa pembayaran ganti rugi bukan community development. Militer jawa ada di mana-mana.

Saya sungguh kecewa mendengar perkembangan hal ini. Rasanya sulit mengharapkan pemerintah di Jakarta untuk peduli rakyat di Indonesia Timur, salah satu aset alam yang seharusnya dilindungi.

http://wartapedia.com/nasional/headline ... papua.html


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jul 11, 2011 12:43 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Dec 14, 2009 9:47 pm
Posts: 177
Location: di atas ombak, di bawah laut
aaarrrggghhh...!!!!

kenapa bangsa ini gak perduli sama lingkungan hidup seh? udah masyarakat lokal gk ngerti apa2, pemerintahnya lebih parah lagi ngadalin warga buat ikut2an ngerusak.. demi apa? napsu sesaat? :(

adakah yg bisa kita lakukan untuk bisa mencegah? klo cuma satu dua suara dsni gw yakin akan kurang terdengar, tapi kira2 bisa gak masyarakat melakukan class action terhadap masalah ini? kalo bukan masyarakat lokal sana, kita lah yg masyarakat pencinta keindahan bawah laut yg bergerak. klo gak cukup penyelam indonesia, gw yakin penyelam dari belahan dunia laen yg pernah nyelam atau pernah denger tentang raja ampat pasti perduli.. :-(

apa yg bisa kita lakukan?rnah nyelam atau pernah denger tentang raja ampat pasti perduli.. :-(

apa yg bisa kita lakukan?

_________________
-ardi-
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Let's Go Diving


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jul 11, 2011 10:46 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
Kalo ditanya kenapa, jawabannya adalah tambang nikel juga menguntungkan, mungkin lebih menguntungkan dibanding pengembangan pariwisata, walaupun saya yakin potensi pariwisata berbasis alam dan budaya adalah yang terbesar untuk Indonesia.

tidak semua oknum bisa memanfaatkan peluang di sektor pariwisata, kalo suatu oknum dapat peluang di sektor yang dia mengerti, maka oknum itu pasti akan memanfaatkannya sebaik mungkin, ini prinsip ekonomi sederhana..

bangsa ini masih ditahap menjual semua yang bisa dijual..

saat semua kebutuhan sudah tercukupi, barulah sebuah negara akan berfikir memperhatikan/melindungi aset mereka.

itulah perbedaan antara negara maju dan berkembang..

kalau dari pengamatan geografis, papua terlalu luas dan belum banyak/bisa termanfaatkan, akhirnya sektor yang maju adalah pertambangan, coba aja kalo dulu masyarakat berebut bertransmigrasi kesana.. pastilah disana lebih rame, siapa tau lebih maju juga.. hehe (ini cuma perandai-andaian saja)

OOT sebentar

Kita lihat Bali, Bali juga pernah mengalami keterpurukan, namun masyarakatnya terus mempertahankan kebudayaan mereka, dan ini menjadi menarik bagi warga luar bali, sehingga memajukan sektor pariwisata mereka. Jelas pemerintah memiliki peranan besar disini.

nah kalau sudah seperti ini, apakah bisa buka area pertambangan dibali, bisa sih bisa aja, tapi kan yang ngelawan pasti banyak..

nah sekarang kita lihat juga Bangka-Belitung (pertambangan timah) daerah nya sudah hancur, mungkin ga ada yang perlu dilindungi disini, namun pemerintah ternyata tetap mengupayakan daerah ini menjadi daerah pariwisata. thanks to laskar pelangi yang so happening.. it is true that one man can make a difference.

sudahkah ke Belitung? untuk memajukan pariwisata Indonesia supaya lebih merata?

kembali ke topik R4

Saya rasa sangat tidak bijak apabila kita hanya menyalahkan pihak2 tertentu namun kita sendiri hanya diam tidak melakukan apapun.

dengan adanya topik yang kita bahas sekarang di forum ini, sudah jelas bahwa seseorang diluar sana sedang memperjuangkan sesuatu..

-I wish I can do more to help

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Sep 11, 2011 12:56 am 
Offline

Joined: Sat Aug 20, 2011 5:18 pm
Posts: 360
Justru menurut saya jgn sampai transmigrasi besar2an terjadi ke papua spt jkt, seharusnya papua tetap seperti itu tanpa perlu di modern kan spt jakarta dgn banyak gedung, rumah, mobil mewah dll.. Liat aja sepanjang pantai utara jakarta, ancol, PIK, angke, dst.. Penuh dgn polusi, dan butek abis.. Bisa dibayangkan klu raja ampat jadi spt itu??
Menurut sy tatanan kota utk bisnis dan pariwisata yg berkaitan dgn alam harus dibedakan dan tdk bisa dimodernkan, krn modernisasi itulah yg merusak alam.

Pernah ada yg blg, klu sdh dive di indonesia timur terus diving ke indonesia barat, pasti gak puas. Tapi klu diving di indonesia barat trus ke timur, pasti akan sangat puas. Ya menurut sy salah 1 faktornya adalah krn di indonesia timur masih tertinggal pembangunannya dibanding barat, banyak org yg mendorong pembangunan di timur dan modernisasi jakarta menjadi tolak ukurnya, menurut sy ini salah. Salah 1 kota yg paling maju di timur adalah makassar, dulu 5-10 thn yg lalu sy mancing dasar di pulau samalona yg deket dari pantai losari (klu dgn speed boat 300-400pk paling cuma 10 menit) masih bisa bw pulang ikan 2 ember, skrg boro2 2 ember, 10 ekor seukuran telapak tangan buat makan siang di pulau aja udah syukur, semuanya krn apa??? polusi yg disebabkan oleh pembangunan dan modernisasi krn modernisasi dianggap menjadi tolak ukur kaya-miskinnya suatu daerah krn dgn modernisasi dianggap tingkat taraf hidup masyarakatnya sdh tergolong mampu dan dianggap sebagai kenyamanan. padahal ini hanya masalah lifestyle dan kebiasaan, mana ada org yg tinggal di desa2 di pulau2 raja ampat merasa bahwa "Wah, seandainya di sini ada Mall ya, ada bioskopnya, bisa makan steak, bisa shopping" Justru para pejabat lah yg menjadikan itu sbg kedok dgn alasan utk kesejahteraan masyarakat biar masyarakat bisa hidup lebih nyaman dgn merasakan modernisasi.

Menurut sy disini banyak faktor dan jg dilema yg terjadi, pertambangan jg menguntungkan spt kata bro oceanographer (maap blm tau namanya.. hehehe), nikel dibutuhkan, makanya knp pengusaha tambang baik itu nikel dan tambang2 SDA yg lain, gak perlu susah2 nyari buyer krn yg ada buyer yg nyari mereka, tapi di satu sisi pengusaha tambang utk bisa beroperasi perlu banyak cost additional yg secara tdk langsung berkaitan dgn usaha mereka. klu judul kerennya "biaya entertain" yg mungkin sebenarnya biaya itu bisa dipergunakan utk membuat penelitian AMDAL yg benar2 terukur sampai ke aplikasinya di lapangan agar tdk merusak lingkungan sekitarnya sebelum tambang itu mulai digarap.

Jelas mereka butuh biaya entertain itu krn di dlm 1 tambang, yg menggarap tambang itu ada bbrp perusahaan di dlmnya, dan dibagi jatah masing2 tiap perusahaan dpt brp luas area tambang utk mereka garap, skali lg di sini ada kompetisi, dan jelas para pemegang wewenang lah yg mendapat "enaknya" dari kompetisi ini. Bayangin aja 1 perusahaan punya budget entertain dari Bupati setempat sampai ke menteri, bahkan mungkin bisa dari pak lurah sampe pucuk pimpinan di pusat kali ya... hehehe.. Kira2 brp besar biaya entertain itu??

Tapi masalahnya AMDAL hanya formalitas belaka, yg penting usaha gw jalan, gw dapat duit. sehingga alam lah yg dikorbankan, krn manusia biasanya klu blum kejadian ya cuek aja, ntar klu dah ada musibah baru dipikirin lg solusi dan akhirnya baru sadar klu penyebabnya adalah ulah mereka sendiri di masa lalu. (Contohnya lumpur di porong)

Apakah para pemegang kepentingan di pemerintahan yg harus disalahkan??

Masalahnya cukup kompleks, tapi semua berakar pada 1 pokok permasalahan yaitu "MENTAL" Sebetulnya klu birokrasi dijalankan sesuai dgn yg sdh digariskan tanpa perlu ada pelicin2 nya, sy rasa kerusakan yg ditimbulkan bisa diminimalisir bahkan dinolkan sm skali krn biaya2 yg seharusnya tidak perlu itu bisa dialokasikan utk hal2 yg sebenarnya perlu dan penting. Jadi sebetulnya semua balik lg ke kita manusia yg ditugaskan oleh sang pencipta utk menjaga dan mengelola alam semesta ini dgn baik.

Mungkin utk generasi muda, secara garis besar dan singkatnya aja, salah 1 yg bisa dilakukan adalah, belajar dan berusaha agar bisa sukses materi (tapi dgn cara yg halal dan benar) dan punya power atau kedudukan, klu hari ini kita sadar bahwa apa yg dilakukan oleh generasi2 sebelumnya itu salah, sdh menjadi bagian kitalah utk memutuskan rantai kebiasaan2 yg salah itu dan mulai melakukan yg benar dimulai dari hal2 kecil di sekitar kita. Krn dgn meraih sukses materi, kita bisa punya kedudukan, bisa punya power, di situlah kita bisa bertindak utk menjaga dan melakukan tindakan yg benar yg tidak merusak alam dan merugikan org lain.

Saya rasa itulah salah 1 tujuan banyaknya komunitas2 yg dibentuk atas dasar keprihatinan yg sama, baik itu LSM anti korupsi, para komunitas pecinta alam, dll tapi sy rasa selain punya misi utk berbuat sesuatu bagi bangsa, sy rasa harus dimulai dari diri sendiri utk mau berumbuh dan menjadi org yg lebih baik.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Sep 12, 2011 10:53 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
Halo bro AKA.. nama saya nando.. ada loh di signature nya..

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 8 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron