It is currently Thu Dec 14, 2017 1:50 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 
Author Message
 Post subject: Invitation: Diver Conserving The Environment
PostPosted: Mon Nov 29, 2010 10:05 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Dear all,

Dilatarbelakangi oleh semakin populernya upaya2 bertajuk "environment care" di dunia diving dan direalisasikan melalui berbagai aktivitas seperti transplantasi terumbu karang, penanaman bakau, hingga penenggelaman berbagai macam rumpon (baik tram besi ataupun kapal2 kayu), maka melalui e-mail ini kami mengajak teman2 untuk berpartisipasi dalam sebuah pembahasan santai mengenai positif dan negatifnya suatu upaya konservasi, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan diving.

Pembahasan akan dilakukan dengan memadukan berbagai sudut pandang termasuk dari kacamata ahli, penggiat konservasi, pelaku pariwisata dan umum, dimana kita akan menggali seluk beluk tentang berbagai upaya yang dapat dan baik untuk dilakukan, bagaimana sebaiknya melakukannya serta berbagai kemungkinan dampak dari upaya konservasi yang dilakukan.

Dalam acara kumpul-kumpul sambil ngobrol santai ini akan hadir beberapa narasumber yang kompeten. Mereka adalah Bapak Cipto Aji Gunawan, Ibu Dewi Satriani (WWF-Indonesia) dan Bapak Abdullah Habibi dari Yayasan Reef Check Indonesia.

Dari acara ini kita akan berupaya menyimpulkan best practice dalam upaya "Diver Conserving the Environment".


Acara ini akan dilaksanakan pada hari Rabu, 01 Desember 2010 di fPod the Edgy Meeting Hub yang beralamat di fX Lifestyle X'enter, 2nd floor Jl. Jend. Sudirman - Pintu Satu Senayan - Jakarta 10270. Acara akan dimulai pada pukul 19.00WIB hingga pukul 21.30WIB.

Karena keterbatasan tempat (hanya 25 seat), maka reservasi harap dilakukan dengan menghubungi:
Priska Raharjo (0818 0925 2175) / [email protected]
Rendra/Ronny (0815 920 7278) / [email protected]
Bayu Wardoyo (0813 3806 6168) / [email protected]

Acara ini free-of-charge, lights snacks akan disediakan (pizza, finger snacks). Yang ingin makan malam, bisa melakukan pemesanan dengan biaya sendiri.

Terimakasih atas perhatian dan partisipasi rekan-rekan dalam kegiatan dari diver untuk diver ini.

Jabat erat,


Rendra Hertiadhi
Founder & Training Director
Banyu Biru Explorers | Banyu Biru Trainings
For Diving Safety, Comfort & Excellence
Tel. +62 815 9207278

We are a proud supporter of Divers Alert Network (DAN) Asia Pacific
http://www.danasiapacific.org

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Full House
PostPosted: Tue Nov 30, 2010 2:16 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Teman-teman,

Karena sudah full house maka pendaftaran kami tutup. Dari rencana 25 peserta, ternyata peminat sangat banyak sehingga pendaftaran terpaksa kami tutup dengan jumlah total 45 peserta.

Terimakasih banyak atas perhatian dan partisipasinya.

Salam,
Rendra

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Hasil Diskusi Divers Conserving The Environment
PostPosted: Fri Dec 03, 2010 10:56 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
DIVER CONSERVING THE ENVIRONMENT

Dec 01, 2010 – Waroeng Ngupi-Ngupi, Mega Kuningan, Jakarta, Indonesia

HASIL DISKUSI

1. Apa itu konservasi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konservasi memiliki arti pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dng jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian. Sedangkan menurut Wikipedia, konservasi (ditilik dari sudut ilmu lingkungan) adalah upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya; upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam (fisik); pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik; upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan; suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.

In a simple way, konservasi dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan/aksi melindungi atau melestarikan. Kegiatan konservasi dapat dilakukan sebagai tindakan proteksi, preventif dan rehabilitasi.

2. Kegiatan konservasi bukan merupakan sebuah kegiatan yang ‘berat’ untuk dilakukan. Kita, diver, bisa melakukannya melaui banyak cara simple seperti:

- Menjaga alat diving kita agar tidak dangling (bisa menggunakan carabiner, karet atau diselipkan ke BCD).

- Use proper weight(s).

- Streamline our body, to avoid contacts with corals.

- Avoid touching the corals or any marinas, except you really have to.

We don’t like our body being touched by some strangers, right? So do them.

- Banyak berlatih menjaga neutral buoyancy.

- Saat mengikuti trip (baik dikoordinir sendiri maupun dengan operator), hindari membawa makanan dengan menggunakan wadah styrofoam/kardus (ingatkan operator Anda).

- Hindari melakukan pemberian makanan kepada ikan (fish feeding) terutama memberikan roti, karena minyak dari roti bisa berbahaya bagi ikan – apalagi jika peserta membuangnya karena tidak habis dimakan.

- Jangan membuang sampah ke laut, apapun itu. Sediakan tempat sampah khusus di kapal, setelah menepi ke darat/pulau, baru buang sampah ke tempat sampah yang tersedia.

- Ingatkan nahkoda/anak buah kapal (ABK) sebisa mungkin untuk tidak membuang jangkar saat menunggu kegiatan penyelaman.

Mengapa? Perlu diingat bahwa jangkar yang dibuang tersebut akan disangkutkan ke terumbu karang untuk menjaga posisi kapal (terutama agar tidak hanyut pada saat ada arus yang cukup kencang). Saat jangkar ditarik (kapal berangkat), anggaplah kira-kira 1m2 area karang rusak. Itu baru satu kapal. Apabila ada 2-3 kapal yang beroperasi, sudah 3m2. Itu baru dalam satu minggu. Bagaimana akibatnya dalam 1 bulan? 1 tahun?

3. Terkait dengan poin terakhir di atas, perlu kita ketahui bahwa kadang upaya konservasi tidak selalu berakhir dengan harapan kita.

Contoh: penanaman 10.000 pohon bakau di Muara Angke, pada akhirnya hanya 400 pohon yang survived dan berkembang.

Sama halnya dengan transplantasi karang, kita bisa transplant beribu-ribu karang, tetapi belum tentu semua bisa hidup dan berkembang. Ditambah fakta bahwa it takes years to grow. Dari hasil beberapa penelitian, seperti disharingkan oleh Bapak Cipto, hasil transplantasi pun memiliki ‘expiration date’. Akan ada masanya di mana karang hasil transplant tersebut berhenti bertumbuh dan mati. Fakta ini tidak ditemukan untuk maksud melarang kita untuk melakukan transplantasi. Sure, it’s a good thing to do, membantu memulihkan suatu ekosistem. Namun yang lebih baik adalah jika kita menjaga suatu daerah yang masih sehat agar tetap sehat, give them chances to grow naturally. Diver juga yang untung kalau melakukan ini, corals yang tumbuh menjadi semakin beranekaragam, memberi tempat bagi biota lain untuk bertumbuh, berkembang, tinggal di sana dan memperkaya keindahan alam bawah air di sana.

4. Trend ‘mencemplungkan’ bakal rumpon sebagai media transplantasi karang atau tempat tinggal ikan atau hewan lainnya sedang marak digalakkan di dunia. Hal ini jelas menimbulkan banyak pro dan kontra. Banyak juga alasan lain di belakangnya, bisa sebagai ajang untuk membuang sampah, bisa untuk rehabilitasi atau dalam tujuan membuat tempat wisata bawah laut.

Banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum kita memulai menenggelamkan barang-barang tersebut:

- Apakah barang yang akan ditenggelamkan bebas dari bahan-bahan yang mengandung toxic bagi lingkungan?

- Apakah barang yang akan ditenggelamkan memang akan berguna jika ditenggelamkan?

Maksudnya, apabila kita menenggelamkan kapal kayu, dengan tujuan sebagai tempat tumbuhnya karang atau tempat tinggal ikan dan hewan lainnya, kita perlu tahu apakah kapal tersebut akan bertahan lama atau tidak. Bayangkan jika di tahun kelima sudah banyak biota dan terbentuk suatu ekosistem di sana, namun ternyata umur kapal tersebut hanya 10 tahun. Lama-kelamaan kapal menjadi lapuk, vulnerable, mudah hancur. Bagaimana nasib ekosistem di situ?

- Apakah kita yakin bahwa barang yang ditenggelamkan dapat bertahan? Atau justru dengan adanya arus, barang tersebut mudah terbawa dan akhirnya hilang. Bukannya menjadi media transplant, barang tersebut malah menjadi ‘sampah’ lain bagi laut.

- Apakah kedalamannya pas sehingga memang memungkinkan bagi karang untuk berkembang?

- Contoh lain jika kita menenggelamkan kapal, apakah posisinya sudah tepat dan tidak akan bergeser? (Bandingkan dengan wreck kapal Papa Theo yang semakin tenggelam) Lalu apabila kapal tersebut penetrable, apakah kondisi kapal aman bagi divers yang akan melakukan penetrasi? Adakah jalur yang sudah dipersiapkan? Adakah keterangan mengenai carrying capacity yang bisa ditampung oleh kapal tersebut?

- Pastikan apa yang kita lakukan adalah membantu menjaga kelangsungan suatu ekosistem, bukan memperparah kerusakannya.

5. Konservasi laut bisa juga dimulai selain di laut itu sendiri. Salah satunya masalah sampah. Di Pulau Seribu, sampah yang menumpuk itu bukan hanya hasil dari pulau/penduduk lokal, tapi juga ada sampah kiriman dari darat (Jakarta) dan sampah dari pengunjung (yang kadang dengan seenaknya buang bungkus makanan begitu saja dari atas kapal). Mungkin sulit untuk mengubah kebiasaan banyak orang untuk buang sampah sembarangan, tapi tidak sulit kalau mulai dari sendiri. Beri contoh dan jadi teladan bagi orang-orang di sekitar kita.

6. Bagi divers/snorkelers yang suka foto-foto di laut (bukan hanya underwater photographers, mengingat sekarang kamera digital/pocket cameras sudah banyak yang bisa dibawa nyemplung dan didapat dengan mudahnya), ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan seperti:

- You have to have a good buoyancy control.

- Jangan lupa bahwa kamera (dan aksesorisnya) yang dibawa memiliki bobot sendiri yang bisa mempengaruhi berat kita, jelas akan berpengaruh pada control buoyancy. Be noted.

- Jika melakukan fotografi bersama dengan beberapa fotografer lainnya, jangan terlalu lama fokus pada creature yang uncommon, ingatlah rekan Anda pasti menunggu giliran. Semakin lama Anda berkutat pada creature tersebut, semakin lama creature tersebut ‘dieksploitasi’.

- Jangan mengeksploitasi creature secara berlebihan, seperti popping out puffers dan menahannya dekat permukaan, menangkap penyu dan memegangnya/menaikinya, memaksa ikan membuka mulutnya dengan cara menyodoknya, dll. You would hate it when someone do it to you, don’t you?

- Jika hal-hal tersebut di atas justru dilakukan oleh guide Anda, remind them not to. Cukup lihat, take picture than go. Don’t interefere whatever the creatures are doing.

- It’s good to promote the beautiful side of Indonesia’s beaches and underwater lifes, tapi pulau-pulau itu hanya sebagian kecil dari seluruh pulau yang ada di Indonesia. Pulau-pulau lain yang tidak terekspos merupakan contoh dari pulau-pulau yang mengalami kehancuran di Indonesia. Sometimes, mungkin perlu diangkat mengenai daerah-daerah yang sudah rusak tersebut. Some bad pictures. Make a fear campaign. Gain people’s awareness.

7. Sadar atau tidak, kelakuan para trippers (diver termasuk di dalamnya) memberi dampak pada kondisi sosial masyarakat lokal. Secara finansial, jelas. Namun secara tidak disadari, dampak terhadap perubahan perilaku masyarakat pun ada. Seperti pada saat libur hari besar suatu agama, ambil contoh Lebaran, setelah beribadah berjamaah, penduduk jarang melakukan silaturahmi atau menghabiskan waktu bersama keluarganya lagi, tapi sibuk masing-masing untuk menyiapkan kamar, makanan, kapal dll untuk pengunjung yang datang.

Bahkan kadang persaingan usaha antar penduduk ini bisa meretakkan hubungan keluarga. Kakak-adik yang sama-sama memiliki homestay bisa saling bersaing agar pengunjung lebih memilih homestaynya dibanding homestay saudaranya.

Kebiasaan minum-minum minuman beralkohol juga perlu diperhatikan.

8. Perkembangan industri selam di Indonesia meningkat pesat tahun-tahun belakangan ini, secara kuantitas, tapi bukan secara kualitas. Terbukti dari banyaknya pendidikan selam express yang sekarang ditawarkan oleh berbagai dive centre. Kecuali jika sang instruktur yakin bahwa muridnya memang pintar luar biasa dan memang memiliki skill yang ok enough dalam menyerap materi yang diajarkan dan juga kemampuan menyelamnya; maka instruktur perlu mempertimbangkan apakah memang pendidikan bisa selesai dalam 2-3 hari. Terlebih jika mengingat instrukturnya bisa memegang lebih dari 3-4 murid pada saat yang bersamaan. Kegiatan penyelaman bukanlah sesuatu yang beresiko tinggi jika dilakukan dengan cara-cara yang benar. Pertanyaannya adalah: apakah memang sudah dilakukan dengan benar? Remember, we’re risking someone’s life here. Bahaya yang kita hadapi dalam kegiatan penyelaman berupa bahaya yang tidak kasat mata, instruktur diharapkan untuk tidak hanya bertanggungjawab pada pengajaran skill diving kepada muridnya, tapi juga tanggungjawab moral dalam pemberian informasi yang lebih dalam mengenai pengetahuan umum.

Selain itu, di awal pendidikan selam, murid belum tentu memikirkan masalah konservasi, hal pertama yang mereka pikirkan adalah menjaga diri di dalam air – dari masalah buoyancy, ekualisasi, air-consumption, etc. Apabila murid panik, mereka pasti reaching out to the corals untuk berpegangan; tidak peduli ada karang yang rapuh di bawah mereka, mereka pasti mencoba berdiri di atas karang tersebut. Instruktur memiliki peranan penting di sini à memastikan benar apakah murid memang sudah ‘layak’ diajak ke laut.



9. Instruktur selam punya peranan penting dalam hal menumbuhkan kesadaran murid-muridnya terhadap lingkungan. Di modul mengenai pendidikan selam, ada bagian tentang underwater environment. Bagian ini bisa lebih ditekankan pada murid-murid bahwa menjaga lingkungan itu penting artinya.

Instructors are role models for their students, pastikan Anda (para instruktur) bukan hanya memberi informasi atau contoh yang baik kepada murid-murid Anda, tapi jadikan hal-hal tersebut sebagai bagian dari diri Anda.



10. Hal terakhir yang paling penting adalah: conservation is not a one-stop action.

Perlu komitmen dari masing-masing diri kita. The cycle is going around. Saat kita melakukan kegiatan konservasi – ambil contoh transplantasi karang – jangan hanya terlibat dalam euphoria penenggelaman dan transplantasi saja, tetapi perlu komitmen untuk mengawasi perkembangan apakah memang karangnya bertumbuh, apakah media transplant-nya masih ada di tempat di mana dia ditenggelamkan.

Mungkin kita tidak bisa setiap saat mengawasi, kita bisa meminta bantuan kepada masyarakat lokal untuk membantu à pastikan bahwa apa yang kita lakukan memberi nilai tambah bagi mereka (khususnya dari segi ekonomi).

Perhatikan juga kondisi daerah yang kita kunjungi saat diving, apakah kedatangan kita memberi dampak positif bagi masyarakat lokal? Ibaratnya daerah tersebut adalah rumah mereka dan kita hanya berkunjung, pastikan bahwa kita tidak merusak rumah mereka, tetapi justru memberikan sesuatu yang membantu mereka menjaga kelestarian dan keasrian rumah mereka. Sehingga saat kita ke sana beberapa tahun lagi bersama anak-cucu kita, mereka bisa menikmati pemandangan di sana seperti yang kita alami saat-saat ini.





NOTES

- Beberapa diving agency memiliki quality assurance untuk para instruktur selam yang berada di bawah agency mereka. Quality assurance ini bisa dilakukan secara aktif (langsung mendatangi instruktur, meminta data student yang mereka miliki, menelepon langsung murid dan melakukan tanya-jawab singkat dengan sang murid terkait course yang dilakukan) atau secara pasif (melalui kuesioner yang dikirim ke murid – boleh dikirim balik, tapi ngga juga ngga masalah).

- Melalui Diver’s Talk ini, instruktur yang hadir diajak berkomitmen untuk lebih memperhatikan mengenai masalah konservasi.

- Media memiliki power yang luar biasa dalam menyebarkan berita, terutama edukasi. Materi yang disebarkan via media akan lebih mudah tersebar luas dan didengar masyarakat. Rekan-rekan media yang juga divers diharapkan bisa membantu media masing-masing untuk lebih selektif dalam menayangkan atau memberitakan informasi.

- Sosialisasi mengenai apa yang telah didiskusikan atau hal terkait konservasi masih kurang, perlu gerakan yang lebih massive lagi. Eco-lifestyle guides yang ada atau buku-buku yang terkait bisa disebarkan ke dive centres, trip arrangers, dive operators dan instructors untuk diberikan atau disampaikan ke murid-muridnya.

- Menjadi tanggungjawab semua diver untuk menginformasikan kepada teman-teman non-diver lainnya bahwa kegiatan diving bukan hanya sesuatu yang bersifat fun, tetapi perlu ada rasa tanggungjawab di dalamnya.

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Dec 04, 2010 4:00 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 19, 2006 1:52 pm
Posts: 1318
Location: Jakarta
wahhh reportnya lengkap... makasih for sharing ... wish I could be there...

ada foto pas kongkow barengnya ga? mo liat dongg :wink:

_________________
Dona


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Dec 04, 2010 5:23 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
wah, Don! iya sampe lupa poto-poto hahahahahahahaha.....

gw sama hantulaut nggak bawa kamera waktu itu!

tapi mudah2an ada foto2nya di kawan2 media (SDAAI dan Dive Discovery)...

Kita tunggu aja yah...

thanks for your support!

cheers,

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: